|
1000 Kampoeng Speedy Menuju Brodband City |
|
PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) akan membangun sedikitnya 100 Kampoeng Speedy di Surabaya. Pembangunan itu sebagai tahap awal program pencanangan 1.000 Kampoeng Speedy di Jawa Timur.
Hal itu dikemukakan Executive General Manager Telkom Divisi Regional V Jatim Triana Mulyatsa di sela-sela peresmian Kampoeng Speedy di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, Senin (6/4).
Peresmian itu dilakukan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono dan dihadiri Direktur Human Capital & General Affair Telkom Faisal Syam.
"Kami menargetkan sampai akhir 2009 bisa membangun sekitar 1.000 Kampoeng Speedy di Jatim sebagai salah satu upaya mempercepat terealisasinya Jatim e-Province," katanya.
Kelurahan Made merupakan salah satu kawasan di Surabaya yang mendapat sebutan Urban Farming. Hal itu karena sebagian besar warganya memperoleh penghasilan dari sektor pertanian yang dikembangkan. Sejumlah produk pertanian Kelurahan Made yang sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Jatim dan luar daerah antara lain cabe merah, kacang panjang, dan pare welut. Selain mendapatkan fasilitas hotspot Speedy, Telkom juga mendirikan pusat pelatihan internet Broadband Learning Center (BLC) mini dengan enam unit komputer yang dipusatkan di Balai Desa Made. "Masyarakat khususnya petani di Desa Made bisa memanfaatkan keberadaan internet tersebut untuk memasarkan produknya. Telkom akan memberikan pelatihan internet gratis kepada warga sesuai kebutuhan," ujar Triana. "Kami juga berharap perekonomian Kelurahan Made bisa tumbuh pesat melalui pemanfaatan e-commerce," tambahnya. Ia menambahkan, pembangunan Kampoeng Speedy diharapkan mampu meningkatkan pengguna internet di Jatim yang saat ini penetrasinya sudah mencapai sekitar 15 persen. "Mudah-mudahan sampai akhir tahun penetrasi pengguna internet di Jatim bisa tumbuh hingga lima persen," ujar Triana Mulyatsa. Pembangunan Kampoeng Speedy diprioritaskan pada kampung-kampung besar yang memiliki tingkat kepadatan penduduk lumayan tinggi serta wilayahnya memiliki sentra industri kecil dan mikro maupun pertanian. Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono mengatakan, Pemkot Surabaya sedang menyiapkan beberapa wilayah potensial untuk dijadikan Kampoeng Speedy. "Setelah Made, kemungkinan yang segera menyusul adalah Kelurahan Bulak dan Tambakwedi yang warganya juga memiliki potensi di bidang pertanian dan industri kecil," katanya. Bambang menambahkan, pihaknya telah mencanangkan Surabaya Multimedia City melalui tiga program, yakni edukasi internet bagi pelajar dan pamong praja di seluruh kecamatan, dan penyediaan akses internet di ruang-ruang publik.[*/ito] Dikutip dari : inilah.com |